Posts

A Letter to My (Future) Significant Other

Bandung, January 31 st 2018           Dear my (future) significant other,           By the time I’m writing this, I’m still clueless about where you are, what you’re doing at the time, how you look like because I don’t even know who you are. But, I believe that we will meet somehow in our own ways, maybe we have met before and it will be a funny moment to remember when we know each other, or even we are just completely strangers until we fall into each other. I don’t need you to be like Dilan whom every girl admired now. I may be a romantic person (I think all girls love it), but I’m sure that you’ll amaze me in your own ways right from the start. I haven’t watched the Dilan 1990 movie so that I won’t compare you to him as I would never do. I just hope that somehow you will always remember how we meet for the first time and how your feelings are at the time.     ...

2017

Hamparan kelapa sawit sejauh mata memandang, segaris jalan abu-abu membelah lautan hijau kering, disambut ufuk yang memerah oleh senja. Dibatasi sekat-sekat besi dan kayu, ditemani tumpukan sepeda bekas, tetesan air hujan yang menggebu membawaku terbang mengelana, mengarungi samudera luas curahan perasaan. Sekali memejamkan mata, tak terasa diri ini telah melewati 365 harinya lagi. Sontak, beribu-ribu ingatan kembali menyeruak, membuatku lupa apa rasa dan aroma secangkir teh sore ini. .2017. Aku ingat, tahun ini kumulai dengan tekadku ingin bersekolah di luar negeri. Kekesalan, air mata, bahkan kekeraskepalaan pun kucurahkan dengan mudahnya. Kerja keras dan dukungan, semangat terus menerus dari keluarga dan juga pamong-pamong yang kuhormati pun terus mengalir. Kata orang, kerja keras takkan mengkhianati. Aku pun percaya demikian. Aku mungkin gagal dan mengecewakan banyak orang, tapi aku tak akan pernah menyalahkan kerja keras, salahku yang belum cukup berupaya sehingga belum pantas...

Akhirnya, Mahasiswa ITB!

Image
“Saudara-saudara, bersediakah saudara membacakan Janji Mahasiswa Institut Teknologi Bandung?” “Bersedia!” “Silakan mengikuti kata-kata teman saudara.” JANJI MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Kam i Segenap mahasiswa Institut Teknologi Bandung B erjanji A kan menuntut ilmu Keterampilan dan watak penghayatan D engan ketekunan dan kesadaran B agi kesejahteraan bangsa Indonesia Peri kemanusiaan dan peradaban berdasarkan pancasila K ami berjanji Akan menegakkan dan menjunjung tinggi kejujuran dan keluhuran pendidikan serta susila mahasiswa Kami berjanji Akan setia dan mengabdi ke pada almamater kami Institut Teknologi Bandung serta Bangsa dan Negara kami, Republik Indonesia Demi itu kami mohon , Tuhanku R ahmat dan tuntunan-Mu Air mata mulai seperti hujan badai yang tiba-tiba melanda hati, berusaha menembus bendungan yang   mulai rapuh. Dalam hati mulai terpatri, semangat dalam sanubari untuk melaksanakan janji. ----...

Orang Jepang Asli di Sekolah? Masa sih? 竹本昌史さん,ありがとう。

Image
Waktu, terkadang bisa terasa sangat lama bagaikan siksa yang tak berujung, terkadang juga bisa terasa sangat cepat, secepat kedipan mata. Teringat hari itu aku dan teman-teman tim bahasa jepang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba. Tiba-tiba Endang-sensei, pamong bahasa jepang kami yang tercinta, datang dan membawa kabar itu. Akan ada native speaker langsung dari Jepang yang akan mengajar di sekolah kami, SMA Taruna Nusantara. Senang tak terkira hati kami, akhirnya kami bisa bertemu langsung dengan orang Jepang asli! Kami terus bertanya-tanya seperti apa rupanya. Apakah ia pria? Atau wanita? “Pria,” jawab sensei. Sebagai gadis-gadis remaja normal berumur 17 tahun, tentu kami langsung bertanya berapakah umurnya. “Masih muda kok,” jawab sensei lagi sambil tersenyum. “ Hansamu desuka, sensei?” Entah mengapa, pertanyaan itu terlontarkan begitu saja. “Tentu! Hansamu desu! ” Masih jelas di benakku cara sensei mengungkapkannya kala itu dengan gaya ala-ala sensei ...